Simbol misteri dan dunia lain.
Dunia kepercayaan tentang alam gaib selalu menarik perhatian manusia. Di berbagai budaya, kisah tentang hantu dan roh telah diwariskan dari generasi ke generasi. Salah satu yang paling kaya dan kompleks adalah kepercayaan tentang hantu dalam budaya Tiongkok kuno. Hantu Cina, atau yang sering disebut sebagai "Gui" (鬼), bukanlah sekadar cerita seram, melainkan cerminan dari nilai-nilai filosofis, spiritual, dan sosial masyarakat Tiongkok.
Konsep hantu dalam tradisi Cina sangat luas. Umumnya, hantu dipercaya sebagai roh orang yang meninggal yang tidak dapat menemukan kedamaian, baik karena kematian yang tidak wajar, dosa-dosa yang belum ditebus, atau ikatan duniawi yang belum terputus. Berbeda dengan konsep roh baik atau leluhur yang dihormati, Gui sering kali diasosiasikan dengan energi negatif, penampakan, dan kadang-kadang berusaha mengganggu kehidupan manusia.
Beberapa jenis hantu yang terkenal dalam mitologi Cina antara lain:
Kepercayaan terhadap hantu Cina sangat erat kaitannya dengan ajaran Taoisme, Buddhisme, dan Konfusianisme. Konfusianisme menekankan pentingnya penghormatan kepada leluhur, yang merupakan bagian dari kehidupan spiritual. Namun, ketika seseorang tidak dihormati atau tidak menjalani kehidupan yang baik, roh mereka bisa menjadi Gui yang gelisah.
Ritual sering dilakukan untuk menenangkan roh yang gelisah dan mencegah mereka mengganggu yang hidup. Persembahan makanan, pembakaran kertas sembahyang (joss paper) yang menyerupai uang dan barang kebutuhan di akhirat, serta pembacaan mantra adalah praktik umum yang dilakukan, terutama selama Festival Hantu Lapar (Yulan Pen Festival atau Zhongyuan Festival) yang jatuh pada bulan ketujuh kalender lunar.
Festival ini dipercaya sebagai periode ketika gerbang alam baka terbuka, memungkinkan roh-roh gentayangan untuk kembali ke dunia manusia. Oleh karena itu, masyarakat akan melakukan berbagai upacara untuk menenangkan mereka, seperti mengadakan upacara makan bersama untuk roh-roh tersebut, membakar dupa, dan menyalakan lentera untuk memandu mereka.
Kisah-kisah hantu Cina telah menginspirasi banyak karya seni, literatur, dan film. Dari cerita rakyat kuno hingga film horor modern, penampakan dan legenda hantu Cina terus menghibur dan menakut-nakuti penonton. Karakter hantu Cina sering kali memiliki ciri khas yang unik, seperti penampilan yang pucat, pakaian tradisional, dan aura kesedihan atau kemarahan.
Keberadaan hantu dalam budaya Cina juga mencerminkan pandangan dunia mereka tentang kehidupan dan kematian. Ini bukan hanya tentang ketakutan, tetapi juga tentang keseimbangan antara dunia yang terlihat dan yang tak terlihat, serta pentingnya menjalani kehidupan yang bermoral agar roh dapat beristirahat dengan tenang di akhirat. Pemahaman tentang Gui memberikan perspektif menarik tentang bagaimana sebuah budaya berinteraksi dengan konsep kematian dan alam roh.
Meskipun banyak cerita tentang hantu Cina tampak supernatural, di baliknya terdapat pelajaran moral dan nilai-nilai budaya yang mendalam. Mereka mengajarkan pentingnya rasa hormat, karma, dan konsekuensi dari tindakan kita, baik di dunia ini maupun di alam baka.